Kupilih melepas sekeping hatimu
Yang rupanya juga telah setengah tertuang
Sejak sajak yang lain mungkin telah memeluknya,
Tentu saja tanpa setauku.
Lalu kupilih mengkepak-kepak sesak
Beranjak pergi dari terik perih sepi.
Betapa bualanmu adalah kebohongan besar yang kurawat.
Dulu.
Dulu sekali.
ketika kau yang bertajuk cinta
menjamuku di seperempat mimpi lusuhku
dari keseluruhan rasa sakit yang kupikul
dari cinta sebelummu.
Sayang!
Aku memilih melepas sekeping hatimu.
Tepat pada hari dimana kisah tentangmu
Tenggelam bersama malam dan pekat
Lalu tak berani menjadi siang.
2016, Asyrah (Pena Jiwa)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar