Kutemukan
kau diantara bara
atau
sebagai samudera diseperdua malam yang dingin,
diantara
tumpukan sanjungan
atau
kekesalan.
Merupai
sajak dari bahasa lampau,
bermil mil
jarak untuk menjadi ketakutan
dan luapan
gembira sekaligus.
Kau lalui
seribu abad hingga terdampar hari ini,
di jaman
kita,
yang
manusia atau setan terlihat serupa.
Yang setan
atau malaikat terlihat bersekutu.
Yang setan
akan bertanggungjawab atas
kejahatan
manusia.
Jauh dan
jauh kutawar masa lalu
dan
kuingat saat itu kutemukan kau
diantara
kunjungan kenangan,
memori-memori
terjauh,
dari jaman
yang manusia hidup sebagai manusia,
dan cinta
bukan alasan
untuk
kejahatan hati lalu mengatasnamakannya.
Kutemukan
kau.
Pada akhirnya bukan sebagai apa-apa atau sesiapa.
2016, Asyrah (Pena Jiwa)

Keren memang...
BalasHapus